Tifoid Dan Tifus Seringkali Merupakan Dua Penyakit Yang Berbeda Dan Ini Penjelasannya

JAKARTA – Banyak orang mengira tifus dan tifus itu sama. Namun sebenarnya kedua penyakit ini berbeda.

Berikut ulasannya:

Tifus (tifus), juga disebut tipus atau tipus, adalah penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Bakteri ini biasanya ditemukan di air atau makanan yang terkontaminasi kotoran manusia.

Demam tifoid (typhoid fever) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Rickettsia prowazekii.

Salmonella typhoid, bakteri penyebab tifus, dapat ditularkan dari orang yang terinfeksi.

metode transmisi

Tifus biasanya terjadi ketika orang yang terinfeksi menggunakan kamar mandi dan tidak mencuci tangan.

Bakteri yang menempel pada tangan orang yang terinfeksi dapat mencemari semua yang disentuhnya, termasuk makanan dan minuman.

Sementara itu, tifus sering terjadi di negara-negara dengan sanitasi yang buruk, seperti Asia (khususnya India, Pakistan, dan Bangladesh), Afrika, Karibia, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Jika sanitasi di daerah tersebut buruk, bahkan air yang digunakan untuk membilas dan menyiapkan makanan dan minuman dapat terkontaminasi bakteri ini.

Gejala

Penderita tifus biasanya mengalami demam yang bisa mencapai 39 sampai 40 derajat Celcius. Gejala lain termasuk sakit perut, sakit kepala, diare atau sembelit, batuk, dan kehilangan nafsu makan.

Menurut WebMD, ada tiga jenis utama tifus tifus: tifus Rickettsia, Rickettsia prozaki, dan tifus bekas yang disebabkan oleh bakteri Orientia tsutsugamushi.

Dengan segala jenis infeksi tifus, Anda mulai sakit sekitar 10 hari hingga 2 minggu setelah bakteri tifoid masuk ke tubuh Anda.

Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot seperti flu, dan ruam beberapa hari setelah gejala lain dimulai.

Untuk menentukan apakah Anda menderita tifus, dokter Anda akan merekomendasikan tes darah untuk memeriksa keberadaan bakteri. Tapi terkadang butuh waktu berminggu-minggu untuk mendapatkan hasil tes, jadi dokter biasanya menyarankan orang untuk mulai minum antibiotik.

Baca Juga  Hakim Tinggi Reformasi Hukum MA, Sudragad Demyati Soroti Kasus Jokowi Aluds

Pencegahan dan pengobatan

Di Indonesia, tifus dianggap endemik dan menjadi masalah kesehatan masyarakat.

Kejadian infeksi tifoid menunjukkan kecenderungan yang meningkat setiap tahunnya, dengan rata-rata angka kesakitan 500 per 100.000 penduduk dan angka kematian 0,6-5%.

Vaksinasi, makanan dan minuman yang benar-benar sehat, dan cuci tangan selama 20 detik dengan sabun dan air bersih adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit tipus.

Kemudian untuk penyakit tifus, pengobatan yang paling efektif untuk ketiga jenis tersebut adalah antibiotik doksisiklin.

Saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah tifus. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan bakteri penyebab tifus, seperti menjaga kebersihan diri dan gaya hidup serta menghindari kontak dengan hewan yang menularkan infeksi tifoid, seperti tikus.