Kominfo Memberikan Tips Pemasaran Berdasarkan Iklan Instagram

Jakarta – Kementerian Telekomunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia menyelenggarakan webinar untuk masyarakat di wilayah Sumatera dan sekitarnya pada Jumat (19/8) dengan topik “Konsep Bisnis Digital: Pemasaran Berbasis Iklan Instagram”. ) / 2022).

Lebih dari 1.300 orang menghadiri webinar tersebut. Memperkenalkan Vajria Vatmasari, President of the Polytechnic APP Jakarta Business Incubator and Digital Literacy Practitioner. Pradipta Nograhanto, CEO dan Co-Founder Paprik Soeara Rakjat; Dan ahlinya adalah Mira Sehid, VP Cybercreation.

Dalam webinar tersebut, Fajriah Fatmsari membahas tentang pemasaran berbasis Instagram dari perspektif teknologi digital. Berikut adalah 5 tips untuk memulai dengan iklan Instagram. “Pertama, ubah akun Instagram Anda menjadi akun bisnis. Kedua, tentukan tujuan periklanan Anda. Ketiga, pilih audiens target Anda. Keempat, pilih jenis iklan yang ingin Anda gunakan. Terakhir, jalankan dan beri peringkat kampanye Anda.” kata Fajar. Fatimah Sari.

Pradipta Nugrahanto memperkaya pembahasan pemasaran berbasis iklan Instagram dari perspektif etika digital. Menurutnya, esensi pemasaran adalah bagaimana informasi dikomunikasikan dan dikomunikasikan kepada pelanggan, dan pemasaran tetap harus menggunakan etika. Tiga Tips Etika Pemasaran Yang Harus Anda Ketahui. Pertama, jangan membuat konten pemasaran yang menyerang produk lain. Kedua, jangan gunakan pernyataan yang menyesatkan. Terakhir, selalu hormati hak privasi konsumen,” ujar Pradipta Nograhanto.

Mira Saheed melengkapi pembahasan tentang pemasaran berbasis iklan Instagram dari sudut pandang Pilar Keamanan Digital. Ia memberikan tiga tips media digital yang aman. Pertama, gunakan kata sandi yang kuat. Kedua, selalu waspada terhadap link atau informasi situs yang tidak kritis dan terpercaya.

“Akhirnya, selalu waspada dan percaya pada kenyataan bahwa tidak ada yang 100% aman di dunia digital,” kata Mira Saheed.

Baca Juga:

Baca Juga  Tifoid Dan Tifus Seringkali Merupakan Dua Penyakit Yang Berbeda Dan Ini Penjelasannya